BARISAN HIZBULLAH NAHDLATUL WATHAN
(Benteng dan Loyalis NW)
(H. Muzakkir Walad – Sekretaris PDNW Lombok Tengah –
Dosen IAIH NW Lotim)
Barisan Hizbullah Nahdlatul Wathan hadir sebagai salah satu pilar
pengabdian yang tidak hanya memberikan informasi tentang struktur dan legalitas
organisasi tetapi juga memancarkan semangat perjuangan, kepedulian dan
kebersamaan. Lembaga ini didirikan oleh Ummi Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul
Majid pada 13 Januari 2000, dan secara resmi diakui dalam AD/ART Nahdlatul
Wathan Pasal 13 Ayat 4, serta berada di bawah tanggung jawab Pengurus Besar
Nahdlatul Wathan (PBNW). Dengan struktur kepemimpinan yang terorganisir mulai
dari Panglima Besar di tingkat pusat hingga posko di tingkat paling bawah,
Barisan Hizbullah NW menjadi kekuatan yang teratur, solid dan siap hadir di
tengah masyarakat.
Struktur kepemimpinannya
menggunakan istilah sebagai berikut:
1. Panglima Besar yang berada
di tingkat pusat,
2. Koordinator Daerah (Koorda)
berada di tingkat kabupaten / kota,
3. Markas Cabang (Marcab) berada
ditingkat Kecamatan,
4. Markas Rating (Maran) berada di tingkat desa yang menaungi beberapa posko dan
5. Struktur paling bawah
adalah posko yang bertugas mengkoordinir anggota / jamaah.
Kehadiran lembaga ini tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk pengamanan
masyarakat (lembaga pamswakarsa). Barisan Hizbullah NW adalah benteng moral dan
sosial yang menjaga keutuhan organisasi sekaligus melindungi aset-aset
Nahdlatul Wathan. Perannya bukan hanya menjaga tetapi juga menghidupkan
nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Setiap langkah
dan aktivitasnya merupakan bentuk ibadah, yang dilandasi semangat fastabiqul
khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).
Keseharian Barisan Hizbullah NW menunjukkan wajah empati yang nyata.
Mereka hadir di saat masyarakat membutuhkan atau memberikan dukungan kepada
korban musibah, menyapa dengan kepedulian dan menguatkan mereka yang sedang
berduka. Tradisi layatan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya
sekadar hadir, tetapi turut serta dalam seluruh proses fardhu kifayah, seperti
mendatangi rumah duka, memandikan jenazah, mengkafani, menyolatkan, hingga
mengantarkan ke pemakaman. Kehadiran ini bukan hanya bantuan fisik tetapi juga
penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan (Takziah).
Tidak hanya kepada masyarakat luas, rasa empati juga tumbuh kuat di
dalam tubuh Barisan Hizbullah NW sendiri. Ketika ada anggota atau pengurus yang
sakit atau mengalami kesulitan, tangan-tangan kebaikan dengan tulus hadir untuk
meringankan beban, memberikan dukungan moral maupun bantuan material (Dana
sosial/Tali Asih). Inilah wujud nyata persaudaraan yang tidak hanya diucapkan
tetapi benar-benar dirasakan.
Sebagai bagian penting dari Nahdlatul Wathan, anggota Barisan Hizbullah
NW adalah penggerak utama berbagai program organisasi. Mereka membawa
nilai-nilai ke-NW-an dalam setiap pengabdian, dengan loyalitas tinggi dan
komitmen penuh terhadap prinsip sami‘na wa atha‘na (kami mendengar dan kami
Setia) serta taat kepada kebijakan organisasi. Semangat inilah yang menjadikan
Barisan Hizbullah NW bukan hanya sekadar lembaga tetapi juga ruh yang
menggerakkan, menyatukan dan memperkuat solidaritas.
Semoga Barisan Hizbullah Nahdlatul Wathan terus tumbuh, semakin kuat,
dan senantiasa menjadi sumber inspirasi dalam menebar kebaikan, menghadirkan
harapan, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Amin amin amin ya
Rabbal Alamin
Wallahua'lam
bissawab

