🙏Selamat Datang di Website Resmi PD NW  Kabupaten Lombok Tengah 💌 Alamat Kantor: Jl. Sukarno Hatta No.14, Leneng, Kec. Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 83511. ✍️ Mohon tinggal kan jejak pelungguh untuk mengisi buku tamu di bawah👇🏻 🌃Alhamdulillah Acara Peresmian Kantor PDNW Lombok Tengah berjalan lancar dan Sukses

Selasa, 31 Maret 2026, Maret 31, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-31T14:43:18Z
GALERY PDNWHeadlineHizbullah NWkegiatan PDNWPENGURUS CABANG NWPENGURUS PDNWPIMPINAN BANOM NW

TUJUH "P" KARAKTER PELANJUT PERJUANGAN NW & TUJUH "P" PERUSAK PERJUANGAN NW: INTISARI WASIAT RENUNGAN MASA MULANASSYAIKH TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-ANFANÁNY AL-MASYHUR

 

TUJUH "P" KARAKTER PELANJUT PERJUANGAN NW &

TUJUH "P" PERUSAK PERJUANGAN NW:


INTISARI WASIAT RENUNGAN MASA MULANASSYAIKH TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-ANFANÁNY AL-MASYHUR

Oleh:

H. Fahrurrozi Dahlan. QH. [Waketum PBNW- Dosen UIN Mataram- IAIH NW Lotim

 Syahdan:

بسم الله وبحمده.

Sungguh menakjubkan pesan-pesan mulia Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang dituangkan dalam bait syair- nasyid yang disenandungkan oleh murid-murid dan santri NW yang sangat mengggugah hati dan pikiran para abituren dan pencinta NW.

Mari saya [al-faqir H. Fahrurrozi Dahlan] mengajak Anda berselancar dalam lautan hikmah dari lagu yang berjudul: BERJUANG - Maha Karya al-Maghfurlah Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai berikut.:


Kalau Nakda Pejuang NW yang sejati.

Dan Penegak Iman Taqwa yang Hakiki.

Pasti Amanat Ayahda kau Junjung Tinggi.

Dan taat kepada  pimpinan organisasi.

Terhadap Fungsi serta tugas yang diberi.

Dijalankan dengan ikhlas dan senang hati. [Reff. 2x].

 

Jangan Nakda berjuang karena.

Mencari nama mengambil muka. [Reff. 2×].

Berjuang Ikhlas demi agama

Demi NW dan Iman Taqwa. [Reff. 2×].

 

Jangan Nakda suka berkata.

Kalau bukan karena Saya. [Reff. 2×].

Sebab sifat Aku dan Ana..

Milik Syaitan Iblis tercela.

Sebab sifat Aku dan Ana...

Milik Syaithan Fir'aun Juga.

 

Kalau nakda masih ingat dan setia.

Pada janji baiat yang sudah dibaca.

Tak sampai mengayahtirikan Ayahda.

Membuang NW melupakan jasa-jasanya.


Oooooh ingatlah!.

إن أكرمكم عندى انفعكم لنهضة الوطن. وإن شركم عندى أضركم بنهضة الوطن.


Camkanlah....!

Nasyid karya Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfany Al-Masyhur di atas merupakan sebuah pesan moral dan spiritual yang mendalam, yang mengandung nilai-nilai penting bagi kehidupan individu dan masyarakat.

Dari Nasyid di atas disadur saripati Tujuh "P" Pembela NW dan Tujuh "P" juga yang dapat merusak perjuangan NW.


Adapun Tujuh "P" pembela NW berkarakter sebagai :

1]. Pejuang NW Sejati.

2]. Penegak Iman Taqwa.

3]. Penjunjung Tinggi Khittah Perintah.

4]. Penurut terhadap pimpinan Organisasi

5]. Peka terhadap Tufoksi.

6]. Pelaksana dangan ikhlas dan enjoy.

7]. Pengingat Janji & Baiat setia sedia.


 Sedangkan "P" perusak perjuangan NW berkarakter:

1]. Pejuang ada karena sesuatu.

2]. Pencari Nama Popularitas.

3]. Pencari Muka

4]. Pengata aku dan ana- Egois.

5]. Pengayahtirikan Maulana-

6]. Pembuang NW &

7]. Pelupa akan Jasa dan perjuangan NW terhadap dirinya.


Itulah point-point penting dari bait syair Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid al-Masyhur. Untuk memperkaya khazanah keilmuan dan keberkahan berikut ini adalah paparan makna demi makna dalam bait demi bait nasyid tersebut:


 Bait 1:

"Kalau Nakda Pejuang NW yang sejati. Dan Penegak Iman Taqwa yang Hakiki. Pasti Amanat Ayahda kau Junjung Tinggi. Dan taat kepada pimpunan organisasi."

Makna: Seorang pejuang Nahdlatul Wathan (NW) yang sejati harus memiliki iman dan taqwa yang kuat, serta taat kepada pimpinan organisasi.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya ketaatan kepada pimpinan organisasi dan komitmen terhadap nilai-nilai agama.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa ketaatan dan komitmen adalah kunci keberhasilan dalam perjuangan.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan pentingnya struktur organisasi dan kepemimpinan dalam mencapai tujuan bersama.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas dan organisasi.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan komitmen mereka terhadap perjuangan.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya ketaatan kepada pimpinan NW dan komitmen terhadap tujuan organisasi.


 Bait 2:

"Terhadap Fungsi serta tugas yang diberi. Dijalankan dengan ikhlas dan senang hati."

Makna: Seorang pejuang NW harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan ikhlas dan senang hati.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan datang dari menjalankan tugas dengan ikhlas.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa kerja sama dan kontribusi individu penting dalam mencapai tujuan bersama.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa berguna dan berkontribusi.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan motivasi mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan ikhlas dan dedikasi untuk kemajuan NW.


 Bait 3:

"Jangan Nakda berjuang karena. Mencari nama mengambil muka."

Makna: Seorang pejuang NW tidak boleh berjuang karena ingin mencari nama atau popularitas.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak datang dari popularitas atau pengakuan orang lain.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa motivasi yang salah dapat merusak perjuangan dan organisasi.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui dan dihargai.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan motivasi mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih untuk kemajuan NW.


 Bait 4:

"Berjuang Ikhlas demi agama Demi NW dan Iman Taqwa."

Makna: Seorang pejuang NW harus berjuang dengan ikhlas demi agama, NW, dan iman taqwa.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih demi nilai-nilai agama.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan datang dari berjuang demi nilai-nilai yang lebih tinggi.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa perjuangan bersama dapat mencapai tujuan yang lebih besar.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan komitmen mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas demi kemajuan NW dan nilai-nilai agama.


Bait 5:

"Jangan Nakda suka berkata. Kalau bukan karena Saya."

Makna: Seorang pejuang NW tidak boleh suka berkata "kalau bukan karena saya" karena itu adalah sifat yang tidak baik.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya rendah hati dan tidak sombong.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak datang dari pengakuan diri sendiri.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa sifat sombong dapat merusak hubungan dan perjuangan.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui dan dihargai.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan motivasi mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya rendah hati dan tidak sombong dalam perjuangan NW.


Bait 6:

"Sebab sifat Aku dan Ana.. Milik Syaitan Iblis tercela. Sebab sifat Aku dan Ana...

Milik Syaithan Fir'aun Juga."

 

Makna: Sifat "aku" dan "ana" (sombong dan egois) adalah milik syaitan dan Fir'aun, yang tercela.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya menghilangkan sifat sombong dan egois.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa sifat sombong dan egois adalah akar dari segala kejahatan.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa sifat sombong dapat merusak hubungan dan perjuangan.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui dan dihargai.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan motivasi mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya menghilangkan sifat sombong dan egois dalam perjuangan NW.


Bait 7:

"Kalau nakda masih ingat dan setia. Pada janji baiat yang sudah dibaca. Tak sampai mengayahtirikan Ayahda. Membuang NW melupakan jasa-jasanya."

 

Makna: Seorang pejuang NW harus tetap setia pada janji baiat dan tidak meninggalkan NW.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya setia pada janji dan komitmen.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa kesetiaan adalah kunci keberhasilan dalam perjuangan.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa kesetiaan adalah penting dalam mencapai tujuan bersama.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa bagian dari suatu komunitas.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan komitmen mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya setia pada NW dan tidak meninggalkan organisasi.

 

Bait 8:

"Oooooh ingatlah!.

إن أكرمكم عندى انفعكم لنهضة الوطن. وإن شركم عندى أضركم بنهضة الوطن."

Makna: Ingatlah bahwa yang paling mulia di Pendiri Organisasi NW  adalah yang paling bermanfaat bagi kemajuan NW dan bangsa, dan yang paling buruk adalah yang paling merusak perjuangan NW dan Tanah Air.

Nilai Normatif: Menekankan pentingnya bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan datang dari bermanfaat bagi orang lain.

Nilai Sosiologis: Menunjukkan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada kontribusi individu.

Nilai Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa berguna dan berkontribusi.

Nilai Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan komitmen mereka.

Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa melalui perjuangan NW.