TUJUH
"P" KARAKTER PELANJUT PERJUANGAN NW &
TUJUH
"P" PERUSAK PERJUANGAN NW:
Oleh:
H.
Fahrurrozi Dahlan. QH. [Waketum PBNW- Dosen UIN Mataram- IAIH NW Lotim
بسم الله وبحمده.
Sungguh
menakjubkan pesan-pesan mulia Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul
Madjid yang dituangkan dalam bait syair- nasyid yang disenandungkan oleh
murid-murid dan santri NW yang sangat mengggugah hati dan pikiran para abituren
dan pencinta NW.
Mari saya
[al-faqir H. Fahrurrozi Dahlan] mengajak Anda berselancar dalam lautan hikmah
dari lagu yang berjudul: BERJUANG - Maha Karya al-Maghfurlah Maulanassyaikh
TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai berikut.:
Kalau Nakda Pejuang NW yang sejati.
Dan Penegak Iman Taqwa yang
Hakiki.
Pasti Amanat Ayahda kau Junjung
Tinggi.
Dan taat kepada pimpinan organisasi.
Terhadap Fungsi serta tugas
yang diberi.
Dijalankan dengan ikhlas dan
senang hati. [Reff. 2x].
Jangan Nakda berjuang karena.
Mencari nama mengambil muka.
[Reff. 2×].
Berjuang Ikhlas demi agama
Demi NW dan Iman Taqwa. [Reff.
2×].
Jangan Nakda suka berkata.
Kalau bukan karena Saya. [Reff.
2×].
Sebab sifat Aku dan Ana..
Milik Syaitan Iblis tercela.
Sebab sifat Aku dan Ana...
Milik Syaithan Fir'aun Juga.
Kalau nakda masih ingat dan
setia.
Pada janji baiat yang sudah
dibaca.
Tak sampai mengayahtirikan
Ayahda.
Membuang NW melupakan
jasa-jasanya.
Oooooh ingatlah!.
إن
أكرمكم عندى انفعكم لنهضة الوطن. وإن شركم عندى أضركم بنهضة الوطن.
Camkanlah....!
Nasyid karya
Maulanassyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfany Al-Masyhur di
atas merupakan sebuah pesan moral dan spiritual yang mendalam, yang mengandung
nilai-nilai penting bagi kehidupan individu dan masyarakat.
Dari Nasyid di
atas disadur saripati Tujuh "P" Pembela NW dan Tujuh "P"
juga yang dapat merusak perjuangan NW.
Adapun Tujuh "P" pembela NW berkarakter sebagai :
1]. Pejuang NW Sejati.
2]. Penegak Iman Taqwa.
3]. Penjunjung Tinggi Khittah
Perintah.
4]. Penurut terhadap pimpinan
Organisasi
5]. Peka terhadap Tufoksi.
6]. Pelaksana dangan ikhlas dan
enjoy.
7]. Pengingat Janji & Baiat
setia sedia.
1]. Pejuang ada karena sesuatu.
2]. Pencari Nama Popularitas.
3]. Pencari Muka
4]. Pengata aku dan ana- Egois.
5]. Pengayahtirikan Maulana-
6]. Pembuang NW &
7]. Pelupa akan Jasa dan
perjuangan NW terhadap dirinya.
Itulah point-point penting dari bait syair Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid al-Masyhur. Untuk memperkaya khazanah keilmuan dan keberkahan berikut ini adalah paparan makna demi makna dalam bait demi bait nasyid tersebut:
"Kalau
Nakda Pejuang NW yang sejati. Dan Penegak Iman Taqwa yang Hakiki. Pasti Amanat
Ayahda kau Junjung Tinggi. Dan taat kepada pimpunan organisasi."
Makna: Seorang pejuang Nahdlatul Wathan (NW) yang sejati harus memiliki iman dan taqwa yang kuat, serta taat kepada pimpinan organisasi.
Nilai Normatif: Menekankan
pentingnya ketaatan kepada pimpinan organisasi dan komitmen terhadap
nilai-nilai agama.
Nilai Filosofis: Mengajarkan bahwa
ketaatan dan komitmen adalah kunci keberhasilan dalam perjuangan.
Nilai Sosiologis: Menunjukkan
pentingnya struktur organisasi dan kepemimpinan dalam mencapai tujuan bersama.
Nilai Antropologis: Menggambarkan
bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas dan
organisasi.
Nilai Fenomenologis: Mengajak
individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan komitmen mereka terhadap
perjuangan.
Makna Organisatoris NW: Menekankan
pentingnya ketaatan kepada pimpinan NW dan komitmen terhadap tujuan organisasi.
"Terhadap
Fungsi serta tugas yang diberi. Dijalankan dengan ikhlas dan senang hati."
Makna: Seorang pejuang NW harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan ikhlas dan senang hati.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan datang dari menjalankan
tugas dengan ikhlas.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa kerja sama dan kontribusi individu penting dalam
mencapai tujuan bersama.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa
berguna dan berkontribusi.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
motivasi mereka.
Makna
Organisatoris NW: Menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan ikhlas dan
dedikasi untuk kemajuan NW.
"Jangan
Nakda berjuang karena. Mencari nama mengambil muka."
Makna: Seorang pejuang NW tidak boleh berjuang karena ingin mencari nama atau popularitas.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak datang dari
popularitas atau pengakuan orang lain.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa motivasi yang salah dapat merusak perjuangan dan
organisasi.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui dan
dihargai.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
motivasi mereka.
Makna
Organisatoris NW: Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih
untuk kemajuan NW.
"Berjuang
Ikhlas demi agama Demi NW dan Iman Taqwa."
Makna: Seorang pejuang NW harus berjuang dengan ikhlas demi agama, NW, dan iman taqwa.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas dan tanpa pamrih demi nilai-nilai
agama.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan datang dari berjuang demi
nilai-nilai yang lebih tinggi.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa perjuangan bersama dapat mencapai tujuan yang
lebih besar.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa
bagian dari sesuatu yang lebih besar.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
komitmen mereka.
Makna
Organisatoris NW: Menekankan pentingnya berjuang dengan ikhlas demi kemajuan NW
dan nilai-nilai agama.
Bait 5:
"Jangan
Nakda suka berkata. Kalau bukan karena Saya."
Makna: Seorang pejuang NW tidak boleh suka berkata "kalau bukan karena saya" karena itu adalah sifat yang tidak baik.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya rendah hati dan tidak sombong.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan tidak datang dari
pengakuan diri sendiri.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa sifat sombong dapat merusak hubungan dan
perjuangan.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui dan
dihargai.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
motivasi mereka.
Makna
Organisatoris NW: Menekankan pentingnya rendah hati dan tidak sombong dalam
perjuangan NW.
Bait 6:
"Sebab
sifat Aku dan Ana.. Milik Syaitan Iblis tercela. Sebab sifat Aku dan Ana...
Milik
Syaithan Fir'aun Juga."
Makna: Sifat
"aku" dan "ana" (sombong dan egois) adalah milik syaitan
dan Fir'aun, yang tercela.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya menghilangkan sifat sombong dan egois.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa sifat sombong dan egois adalah akar dari segala
kejahatan.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa sifat sombong dapat merusak hubungan dan
perjuangan.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk diakui dan
dihargai.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
motivasi mereka.
Makna
Organisatoris NW: Menekankan pentingnya menghilangkan sifat sombong dan egois
dalam perjuangan NW.
Bait 7:
"Kalau
nakda masih ingat dan setia. Pada janji baiat yang sudah dibaca. Tak sampai
mengayahtirikan Ayahda. Membuang NW melupakan jasa-jasanya."
Makna: Seorang
pejuang NW harus tetap setia pada janji baiat dan tidak meninggalkan NW.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya setia pada janji dan komitmen.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa kesetiaan adalah kunci keberhasilan dalam
perjuangan.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa kesetiaan adalah penting dalam mencapai tujuan
bersama.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa
bagian dari suatu komunitas.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
komitmen mereka.
Makna
Organisatoris NW: Menekankan pentingnya setia pada NW dan tidak meninggalkan
organisasi.
Bait
8:
"Oooooh
ingatlah!.
إن أكرمكم عندى انفعكم لنهضة الوطن. وإن شركم
عندى أضركم بنهضة الوطن."
Makna: Ingatlah bahwa yang paling mulia di Pendiri Organisasi NW adalah yang paling bermanfaat bagi kemajuan NW dan bangsa, dan yang paling buruk adalah yang paling merusak perjuangan NW dan Tanah Air.
Nilai Normatif:
Menekankan pentingnya bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Nilai
Filosofis: Mengajarkan bahwa kebahagiaan dan kepuasan datang dari bermanfaat
bagi orang lain.
Nilai
Sosiologis: Menunjukkan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada kontribusi
individu.
Nilai
Antropologis: Menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk merasa
berguna dan berkontribusi.
Nilai
Fenomenologis: Mengajak individu untuk merefleksikan diri dan mempertanyakan
komitmen mereka.
Makna Organisatoris NW: Menekankan pentingnya bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa melalui perjuangan NW.

